Senin, 10 Desember 2018
Home/ Berita/ Dosen UMM Mendapatkan Pengakuan Internasional ASEAN Engineer

Dosen UMM Mendapatkan Pengakuan Internasional ASEAN Engineer

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG – Ilyas Masudin dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi dosen pertama yang mendapat status sebagai ASEAN Engineer. Lisensi itu diterima Ilyas saat menghadiri konferensi ke-36 The ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 36) di Singapura pada tanggal 12-14 November 2018 lalu. 

CAFEO 36 mengukuhkan penghargaan kepada sejumlah insinyur Indonesia yang berasal dari dunia industri maupun institusi pendidikan. Lisensi itu diraih Ilyas setelah melewati beberapa seleksi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Salah satu seleksi,  yakni keterlibatan calon delegasi pada beberapa proyek dalam kurun waktu dua tahun. 

“Pada ajang ini saya diseleksi beberapa hal dan yang paling utama adalah saya harus memiliki proyek yang sudah dikerjakan,” paparnya. Sementara itu, Ilyas yang juga alumnus TI UMM ini telah menjadi bagian dari tiga proyek besar yang berhubungan dengan konsentrasinya di TI. Yakni Optimasi Sistem Industri. 

Pria yang menyelesaikan pendidikan doktoral pada bidang Logistics di Royal Melbourne Institute of Technology University (RMIT University) ini, mengajukan tiga proposal penelitiannya. Yakni proyek Manajemen Mikrohidro, proyek pengabadian masyarakat, dan proyek Halal Logistik yang bekerjasama dengan salah satu institusi pendidikan di Australia. 

Sertifikasi ini dapat menjadi jalan dibukanya jalur kerjasama UMM, khususnya untuk Prodi Pendidikan Profesi Insinyur dengan berbagai pihak di ASEAN. Pengakuan ini sekaligus memperkuat legitimasi UMM untuk menjalankan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI). 

UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 200 / KPT / I / 2017 Tentang Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur. 

“PSPPI bertujuan mendukung program Pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja profesional keinsinyuran sesuai dengan amanat Undang - indang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran,” terang Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Wakil Rektor I UMM yang membidangi Akademik. 

UMM menyelenggarakan program studi PSPPI, sambung Syamsul, dalam rangka menghasilkan SDM yang profesional di bidang keinsinyuran dan berguna untuk mendukung lima pilar ekonomi ASEAN dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN / ASEAN Economi Community (MEA / AEC). (Humas UMM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *