Senin, 10 Desember 2018
Home/ Berita/ Bentuk Generasi Agen Perubahan, Mu’allimin Gelar Pelatihan Konselor Muda

Bentuk Generasi Agen Perubahan, Mu’allimin Gelar Pelatihan Konselor Muda

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Bimbingan dan Konseling Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta menggelar pelatihan bagi konselor muda di Grha Suara Muhammadiyah pada Rabu (14/11). Acara tersebut diikuti oleh perwakilan para siswa, baik tingkat MTs, MA, dan perwakilan  IPM.

Pada kegiatan yang bertema “ The Agent of Change”, hadir para pembicara yakni Dyah Santika Laila Romadhoni (praktisi psikologi), Wahyu Nanda Eka Saputra (dosen jurusan BK UAD), serta Herristanti (Kabid Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk Kota Yogyakarta).

Ketua panitia penyelenggara Hani Saiin, menyatakan bahwa konselor bukanlah mata-mata dari guru Bimbingan Konseling. Namun, dia harus memposisikan dirinya sebagai teman curhat, berbagi rasa, sekaligus teman untuk mencari alternatif pemecahan terkait masalah yang dihadapi.

"Masa remaja adalah masa di mana seorang anak memiliki kecenderungan perasaan bahwa dia lebih percaya dan terbuka kepada teman sebayanya, dari pada kepada guru bahkan orang tuanya sendiri. Oleh karena itu, pelatihan ini dirasa sangat urgent untuk mendidik dan mempersiapkan Anda semua menjadi sahabat yang baik bagi teman-teman Anda sendiri."

Kemudian Direktur Madrasah Mu'allimin, Aly Aulia menyambut baik acara tersebut untuk kebaikan bersama dalam dinamika pembimbingan siswa di masa-masa yang akan datang.

"Keberhasilan madrasah tidak hanya ditentukan oleh pimpinannya saja. Akan tetapi nafas itu harus dihembuskan oleh segenap elemen di madrasah ini, termasuk Anda semua ini ," tegasnya kepada para santri.

Selanjutnya dalam paparannya, Dyah Santika menyatakan bahwa untuk menjadi konselor yang baik, maka seseorang harus memiliki sosial skill and communication skill yang efektif.

"Kedua keterampilan itu menjadi syarat utama yang harus kalian miliki. Mengapa? Karena Anda akan menjadi orang yang berposisi sebagai pendengar, pembicara, sekaligus pencari solusi bagi teman lain yang sedang memiliki masalah," urainya.

Apalagi di Mu'allimin, yang menurut pandangannya memiliki tingkat kompleksitas masalah yang relatif tinggi, maka perlu dicari solution design yang khusus agar berbagai masalah bisa segera teratasi.

Selanjutnya, pembahasan mengenai teknik dasar konseling dijelaskan oleh Wahyu Nanda Eka Saputra.

"Untuk Anda semua,  Anda semua memikul tugas mulia, yakni sebagai konseling remaja, hukum dan advokasi, serta penelitian pengembangan dan kesehatan. Sebagai anak-anak Mu'allimin, saya yakin Anda pasti mampu," tegasnya menyemangati para siswa. (nisa)

Sumber: HN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *