Senin, 10 Desember 2018
Home/ Berita/ Beruswah Khasanah dalam Mendidik Anak

Beruswah Khasanah dalam Mendidik Anak

MUHAMMADIYAH.OR.ID. PEMALANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Ahad (8/7) menghadiri peresmian gedung dakwah Muhammadiyah Pemalang.

Dalam tausyiahnya Haedar menyampaikan bahwa ada tiga hal yang akan menjadi amal bagi manusia yang tidak pernah terputus hingga Ia meninggal, yakni bersedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan.

Berkaitan dengan makna dari anak sholeh yang mendoakan, Haedar menuturkan bahwa perilaku anak dibangun dari keluarga.

"Anak adalah permata hati dan tunas generasi yang akan menyambung jejak amal setiap orangtua. Kita perlu beruswah-khasanah dalam mendidik anak agar tumbuh jadi insan yang dewasa, cerdas, dan   berakhlak utama,” jelas Haedar.

Haedar menuturkan bahwa anak harus didik dengan cinta dan tanggungjawab yang mengandung nilai-nilai penuh makna, bukan dengan pola asuh penuh ancaman dan  kekerasan.

“Anak-anak di manapun perlu keteladanan, mereka akan mewarisi pola orangtuanya laksana buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” imbuh Haedar.

Selain itu, memasuki perkembangan teknologi digital, Haedar berharap orangtua tidak melepas pengawasan dari pola tingkah anak dalam menggunakan teknologi digital.

“Orangtua harus turut mengawasi perilaku anak ketika menggunakan alat teknologi digital, jangan sampai teknologi mengubah perilaku anak kea rah yang negatif, maka itu pengawasan dibutuhkan,” tegas Haedar.

Selepas menghadiri peresmian, Haedar turut hadir dalam silaturahim bersam jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang. Dalam kesempatan tersebut Haedar turut menyampaikan pesan kepada para pimpinan Muhammadiyah Pemalang untuk terus menghidupkan gerak dakwah.

“Gerak dakwah Muhammadiyah harus terus hidup di Pemalang,” tutur Haedar.

Dalam berdakwah, Muhammadiyah  jangan hanya menjadi obyek, Muhammadiyah harus menjadi pelaku untuk berbuat.

“Karena dakwah Muhammadiyah itu menyebarkan kebaikan, dan mencegah kemunkaran, jika tidak kita, siapa lagi,” jelas Haedar.

Diakhir, Haedar juga berpesan keapda para pimpinan untuk mempunyai ghirah dalam memimpin.

“Para pimpinan harus miliki rasa ghirah dalam membangun organisasi, legowo dan mampu menerima masukan,” pungkas Haedar. (adam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *