Senin, 17 Desember 2018
Home/ Berita/ UMM dan UNIDA Siapkan Ulama Muda Hadapi Tantangan Umat Islam “Zaman Now”

UMM dan UNIDA Siapkan Ulama Muda Hadapi Tantangan Umat Islam “Zaman Now”

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG - Lembaga Semi Otonom (LSO) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Lingkar Psikologi Asy-syifa’ (LISFA) kembali bekerjasama dengan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) menggelar Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam. Seminar nasional yang menjadi salah satu Program Kaderisasi Ulama (PKU) ke-11 Gontor ini digelar di Auditorium UMM, Selasa (9/1).

PKU adalah program yang diadakan oleh Universitas Darussalam Gontor bagi para alumni dari berbagai universitas seluruh Indonesia. Berlangsung selama 6 bulan, program khusus untuk alumni yang ingin menjadi ulama ini diikuti 55 orang sarjana strata 1 dari berbagai bidang ilmu.

Dalam program ini, berbagai bidang ilmu yang dimiliki oleh para sarjana tersebut akan dikombinasikan dengan mata kuliah Aqidah Filsafat Islam. Seminar ini menjadi media pemaparan para peserta dengan latar belakang pendidikan psikologi untuk menyampaikan hasil dari 6 bulan pendidikan mereka di PKU.

Salah satu dosen pembimbing PKU, Yoke Suryadarma menekankan pentingnya generasi muda memahami dan menguasai isi Al-Qur’an. Bukan hanya itu, mereka juga harus kritis untuk menjawab tantangan masa kini.

“Kita juga harus tahu dan kritis sebagai generasi muda, apa tantangan umat islam di jaman sekarang,” jelas Yoke.

Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UMM, Zainul Anwar menyambut baik kerjasama antara UMM dan UNIDA tersebut. Zainul juga memaparkan, acara ini dapat menunjang pemahaman Psikologi Islam di UMM. Bukan hanya itu, seminar ini juga dinilai mampu mengembangkan mata  kuliah Psikologi dalam Perspektif Islam di UMM.

“Jika di psikologi kontemporer hanya hubungan sesama manusia hablumminannas, tetapi pada psikologi Islam ada juga hubungan antara manusia dengan Tuhan hablumminallah,” paparnya.

Dalam seminar nasional yang juga didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) ini, terdapat 5 pemateri yakni alumni Psikologi UMM Arbi Alfarabi yang memaparkan tentang Hubungan Religiusitas dengan Flow Akademik dan Eggy Nararya Narendra Widi yang memaparkan tentang Kedisiplinan Siswa-Siswi SMA Ditinjau dari Perilaku Sholat Wajib Lima Waktu.

Selain itu, ada juga Sri Depi peserta PKU alumni IAIN Samarinda yang memaparkan tentang Problem Kesetaraan Gender Perspektif Biologis dan Psikologis serta Rizka Aulia dari IAIN Samarinda yang memaparkan tentang LGBT : Sejarah dan Pergerakannya. Terakhir, M. Faiz Al Afify dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung memaparkan tentang Konsep Fitrah sebagai Paradigma Psikologi Islam.

Dipilihnya UMM sebagai pihak yang diajak bekerjasama dalam menggelar seminar PKU bukan tanpa alasan. Menurut salah satu koordinator seminar Laode Muhammad Al Fateh, salah satu kriteria pihak yang diajak bekerjasama ialah universitas dengan kredibilitas tinggi di tingkat nasional dan Internasional.

“Selain itu UMM juga menjadi universitas yang memiliki latar belakang Keislaman. Hal inilah yang menjadi nilai plus UMM di mata kami,” pungkas Laode. (Humas UMM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *